Kegiatan PMI di kalangan para pelajar tingkat SMP adalah Palang Merah Remaja (PMR). PMR menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di SMPK St. Vincentius, Surabaya yang sangat bermanfaat untuk di ikuti oleh para siswa. Sesuai dengan organisasi yang menaungi pembinaannya, PMR lebih fokus mengajarkan para remaja terkait kesehatan dan pengobatan. Biasanya PMR menjadi ekstra favorit bagi para remaja yang bercita-cita menjadi dokter, bidan, perawat atau yang berhubungan dengan kebersihan dan kesehatan. Mungkin karena itu PMR relatif kurang peminatnya dibandingkan ekstra futsal dan pramuka. Padahal kegiatan dalam ekstra PMR tidak hanya terbatas pada bidang kesehatan dan pengobatan, namun sangat banyak manfaat dan bisa berguna/diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengikuti ekstrakurikuler PMR memberikan banyak pengetahuan dan keterampilan yang selalu dibutuhkan kapan saja bahkan hingga hari tua. Sampai sekarang ini, saya yang selalu mengikuti ekstrakurikuler PMR sejak kelas satu SMP, masih mempraktekkan banyak hal yang dipelajari di PMR seperti pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan kesehatan, tidak panik bila terjadi kedaruratan hingga menangani pertolongan pertama pada luka berat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Menangani pasien sesuai kasus yang diberikan seperti patah tulang, pingsan, shock, pendarahan, luka bakar dan sebagainya, ada yang bertugas menjadi pencari dan pembuka jalan dalam kasus tersebut.
Ekstrakurikuler PMR juga mengajarkan baris-berbaris, pengenalan medan di alam bebas, latihan halang rintang, memasak di dapur umum, kerja sama tim, mendirikan tenda, cara mengenakan pembalut pada luka-luka, serta banyak lagi kegiatan-kegiatan yang menarik lainnya. Tak jarang para anggota PMR saling belajar untuk memahami pelajaran sekolah. PMR senior yang mempunyai kelebihan pada mata pelajaran tertentu seperti eksakta akan membimbing teman lainnya termasuk adik-adik kelas yang kesulitan dalam memahami suatu pelajaran.
Yang paling mengasyikkan dan yang paling di tunggu-tunggu para anggota PMR adalah praktek lapangan dimana masing-masing tim terdiri dari empat orang yang saling bekerja sama dalam menghadapi suatu simulasi penanganan bencana dan evakuasi. Meskipun setiap anggota tim memiliki pengetahuan dan keterampilan yang relatif sama, namun mereka masing-masing memiliki tanggung jawab sesuai dengan apa yang paling menonjol dikuasai dan disenangi.
Berdasarkan pengalaman ini, ikutlah kegiatan ekstra kulikuler yang positif seperti PMR karena akan sangat berguna dan bermanfaat untuk mengisi waktu luang kegiatan dan interaksi yang positif bahkan dapat menjadi pengetahuan tambahan.