Senin, 24 Juli 2023, sebuah momentum penting diawali dengan Misa sekolah yang menjadi pembuka tahun pelajaran 2023/2024 di SMPK St. Vincentius Surabaya. Misa dilaksanakan di Gereja Vincentius a Paulo di Jalan Widodaren. Pagi itu, di lapangan upacara, seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 bersama dengan para bapak dan ibu guru berkumpul, bersiap untuk berjalan bersama menuju gereja Widodaren yang berjarak sekitar 1 kilometer dari sekolah. Berjalan pulang pergi menuju gereja Widodaren merupakan sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian dari SMPK St. Vincentius untuk mengawali tahun ajaran baru. Tujuan dari tradisi ini adalah untuk memperkenalkan para siswa dengan rute perjalanan menuju gereja dan juga untuk menunjukkan kepada masyarakat umum bahwa SMPK St. Vincentius masih eksis dan berkomitmen dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan.
Dengan wajah-wajah ceria, penuh semangat, dan hati yang riang, para siswa berjalan bersama dengan mengiringi langkah-langkah mereka dengan gelak canda. Mario dari kelas 7D menyatakan, "Menyenangkan, bisa berjalan bersama teman-teman, dan tidak merasa capek." Sementara Johanes dari kelas 7B memilih untuk berjalan kaki daripada diantar menggunakan sepeda motor karena menurutnya, "Enak berjalan kaki, seru, dan bisa bareng teman-teman." Misa dimulai dengan khidmat dan tertib, dipimpin oleh Romo Yoyon. Dalam kotbahnya, Romo Yoyon menyampaikan pesan untuk bersyukur atas kedatangan murid-murid baru dan memohon berkat agar seluruh kegiatan selama satu tahun ke depan berjalan lancar. Misa berlangsung selama kurang lebih satu jam, dan suasana gereja yang adem dan sunyi memberikan kesan mendalam bagi beberapa siswa yang mengalami pertama kali masuk gereja Katolik. Calista dari kelas 7C menggambarkan, "Dingin dan sunyi," sementara Valentia dari kelas 7D mengatakan bahwa gereja tersebut bagus dan adem, dan ia menjadi lebih tahu tentang kegiatan di gereja.
Pengalaman lain datang dari Indah, seorang siswa dari kelas 7D yang sebelumnya mengenyam pendidikan di SD Bunga Bangsa di Subang, Jawa Barat. Baginya, berjalan kaki ke gereja dan mengikuti Misa Kudus bersama teman-teman di SMPK St. Vincentius merupakan pengalaman yang menyenangkan. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia pernah diajak ayahnya ke gereja, sehingga kehadiran di gereja tersebut tidak lagi terasa asing baginya. Dalam cerita-cerita kecil dan celoteh para siswa, tergambar betapa berartinya momen ini bagi mereka. Berjalan kaki menuju gereja menjadi sarana untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani mereka. Sehat jasmani sehat rohani, begitulah makna yang melekat pada kegiatan ini. Dalam kesederhanaan dan keramahan, mereka menemukan nilai-nilai yang berharga, dan bersemangat menyambut hari-hari yang akan datang. Misa sekolah menjadi momen yang penuh berkah untuk memulai perjalanan baru dalam belajar dan berprestasi di SMPK St. Vincentius Surabaya. Shallom.