Hallo sobat Arvint!, Arvint mau kenalin ke kalian saintis cilik ekstrakulikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMPK St Vincentius. Namun, kita kenalan juga yuk apa itu ekstrakulikuler karya ilmiah remaja atau biasa kita sebut dengan KIR. Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja adalah kegiatan di sekolah yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan menulis ilmiah, kemampuan penelitian, analisis, dan komunikasi dalam dunia akademik. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan untuk membuat produk dan menyusun karya tulis berdasarkan metodologi penelitian yang sistematis dan menghasilkan laporan yang terstruktur. Ekstrakulikuler ini memiliki agenda kegiatan yang meliputi pemilihan topik, riset dan pengumpulan data, analisis data, penulisan karya tulis, dan presentasi.
Pemilihan topik, siswa belajar untuk memilih topik penelitian yang menarik dan relevan dengan bidang studi yang diminati. Riset dan pengumpulan data, siswa melakukan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah, seperti observasi, wawancara, studi literatur, atau eksperimen. Analisis data, setelah mengumpulkan data maka siswa belajar untuk menganalisis hasil penelitian mereka secara kritis dan menyajikan temuan yang relevan. Penulisan karya tulis, siswa menyusun karya tulis ilmiah yang terstruktur, termasuk bagian pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan. Presentasi, siswa memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya tulis ilmiah mereka di depan kelompok atau dalam kompetisi tingkat sekolah atau luar sekolah. Ekstrakurikuler ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain: Mengembangkan kemampuan menulis ilmiah yang baik dan terstruktur. Mengajarkan metode penelitian yang sistematis, termasuk pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Meningkatkan keterampilan analisis dan sintesis informasi. Mendorong kreativitas dan keingintahuan siswa dalam menjelajahi topik-topik yang menarik.
Ekstrakulikuler ini salah satu wadah pengembangan bakat dan minat siswa yang difasilitasi sekolah. Ekstrakulikuler ini mengambil mata pelajaran IPA sebagai landasan dasar materinya. Siswa diajarkan mencari tau sumber masalah yang ada di sekitarnya kemudian melakukan aksi nyata dalam menangani permasalahan tersebut. Kegiatan tersebut dikenal sebagai observasi masalah loh, Sobat. Siswa akan dilatih problem-solving serta soft skillnya di ekstrakulikuler ini. Ekstrakulikuler ini melakukan praktikum dan pengujian di lab biologi sekolah. Sebagai contoh saintis cilik kami mengubah sampah organik rumah tangga menjadi ecoenzim dan mengaplikasikannya pada tanaman sekolah, sehingga pengeluaran dana untuk pupuk dapat berkurang. Selanjutnya membuat indukan bakteri Acetobacter xylinum yakni bakteri nata de coco yang di praktikkan siswa dengan memanipulasi jenis dan jumlah glukosa pada media. Membuat tempe dari kacang hijau. Membuat biakan yoghurt dengan ekstrak buah hingga mengubah sampah plastik menjadi briket. Adapun pengujian yang biasa saintis cilik Arvint lakukan yakni pengujian organoleptik. Pengujian itu meliputi pengujian rasa, aroma, tekstur, dan warna. Output dari eksperimen saintis cilik kami ialah produk yang dapat dilombakan dalam ajang Lomba Peneliti Pelajar Surabaya (LPPS) dan Asah Terampil dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, selain itu mereka juga menuliskan hasil eksperimen dalam bentuk artikel ilmiah. “Menjadi saintis cilik bukan hanya bereksperimen saja melainkan bernalar kritis memecahkan masalah sekaligus mengaplikasikan ilmu menjadi produk atau jasa serta menuliskannya dalam bentuk laporan artikel ilmiah yang dapat bermanfaat bagi khalayak umum.” Mr. Rizki pembina ekstrakulikuler