Pada Hari Sabtu, 14 Desember 2024, seluruh guru dan karyawan SMPK St Vincentius bersama selingkung yayasan St Louisa Perwakilan Surabaya melaksanakan rekoleksi Adven bersama di SDK Vincentius dengan tema “Meneladan Yesus Sang Nabi, Raja, dan Imam dalam Karya Pendidikan”. Adven sendiri adalalah masa penantian kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang pertama kali untuk menebus dosa manusia dan kedatangan yang kedua kali untuk mengadili orang hidup dan mati. Terdapat 4 minggu masa adven yang ditandai dengan lilin berwarna ungu dan pink/merah muda yang melambangkan harapan, kesetiaan, sukacita, dan perdamaian. Adapun tujuan rekoleksi ini adalah membantu para guru dan karyawan menjadi lilin pengharapan sejati bagi sekitar dan menghayati setiap tugas sebagai panggilan hidup terhadap siswa.
Materi rekoleksi diisi oleh RM. Yusuf, CM dengan inti materi yakni menjadi pribadi penyambung lidah Tuhan (pewartaan), pemimpin, dan mengkuduskan. Menjadi penyambung lidah Tuhan (Nabi) artinya menjadi pribadi yang dipilih Tuhan sebagai juru bicaranya untuk mengalirkan belas kasih pada anak-anak didik guna menyampaikan kebenaran kehidupan. Menjadi pemimpin artinya dapat memimpin minimal diri kita sendiri lantas ke orang lain. Tugas memimpin berada di segala posisi baik di depan, tengah, belakang, dan samping (gembala berbau domba) artinya setiap pribadi menggembala dan membimbing sesamanya pada kebenaran. Sebagai imam yang mengkuduskan artinya kita sebagai imam menunjukkan contoh kepemimpinan yang penuh kasih dengan melayani secara langsung, tidak hanya mengajarkan dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan
Romo Yusuf berpesan pada seluruh guru karyawan dalam melakukan pelayanan terhadap siswa haruslah meneladani keteladanan Yesus dan mengimplemetasikannya dalam kegiatan di sekolah. Romo Yusuf menjelaskan bahwa guru dan karyawan sekolah berperan sebagai nabi haruslah berusaha mendengarkan dengan penuh perhatian kepada siswa dan rekan kerja mereka, memahami kebutuhan, kekhawatiran, atau harapan mereka. Ini akan membantu menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh empati. Guru dan karyawan sebagai imam haruslah menjadi teladan dalam sikap dan perilaku mereka. Mereka harus menunjukkan nilai-nilai seperti kejujuran, kerendahan hati, dan dedikasi melalui tindakan mereka, bukan hanya perkataan. Guru dan karyawan sebagai raja haruslah memiliki visi yang jelas tentang peran mereka dalam pendidikan, serta bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama, yakni menciptakan lingkungan belajar yang baik dan membantu siswa menjadi pribadi yang berkembang sepenuhnya. Penghujung sesi materi diisi dengan berdiskusi bersama membentuk kelompok-kelompok kecil membahas cara penananganan siswa agar menjadi rajin belajar dan bernalar kritis. Selanjutnya tiap perwakilan kelompok mengutarakan hasil diskusinya. Akhir rekoleksi ditutup oleh misa bersama dan acara ramah tamah menikmati hidangan makanan.