Mengukir Cerita di Jurnal Pramuka: Dua Utusan SMPK St. Vincentius Surabaya Siap Petik Pengalaman di Jambore Nasional 2026
SMPK St. Vincentius Surabaya kembali menorehkan catatan emas dalam sejarah prestasi siswanya di tingkat nasional lewat bidang kepanduan yang membanggakan. Kali ini, dua siswa terbaik sekolah, Arif Sukma Adi Pratama dan Diana Amelia Taniya, berhasil menjadi perwakilan resmi dalam ajang Jambore Nasional yang digelar di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan kepanduan bergengsi ini berlangsung dengan sangat meriah dan penuh semangat dari tanggal 28 Juni hingga 3 Juli 2026 yang lalu. Keikutsertaan mereka bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah misi penting untuk membawa nama baik sekolah serta merajut kebinakaan bersama ribuan peserta dari seluruh penjuru nusantara. Sejak hari pertama, aura semangat kepemimpinan sudah terpancar kuat dari wajah kedua pasang permata Vincentian yang siap menimba ilmu ini. Mereka dengan bangga membawa semangat kasih dan ketangguhan yang selama ini ditanamkan di bangku sekolah untuk dibagikan kepada teman-teman baru se-Indonesia. Melalui jurnal Pramuka ini, mari kita intip lembar demi lembar petualangan seru nan inspiratif yang telah mereka ukir selama di sana.
Petualangan berharga Arif dan Amel resmi dimulai pada tanggal 28 Juni 2026 dengan sambutan hangat melalui Upacara Wilujeng Sumping khas Jawa Barat yang penuh keakraban. Setelah itu, acara langsung dilanjutkan dengan sesi perkenalan kontingen dari seluruh nasional untuk mempererat tali persaudaraan antar-daerah. Hari pertama ini pun ditutup dengan keseruan Festival Kuliner Nusantara, di mana seluruh peserta diminta untuk saling mencicipi makanan khas dari tiap kontingen yang unik. Memasuki hari kedua pada 29 Juni 2026, petualangan mereka semakin menantang dengan adanya kegiatan ngabolang atau menjelajah keindahan alam terbuka. Tidak hanya fisik yang dilatih, mereka juga diajari keterampilan teknik pioneering untuk membuat replika rumah adat Bandung yang megah. Selain itu, kedua utusan kita ini juga belajar mengasah fokus lewat materi kompas bidik demi memperdalam kemampuan navigasi mereka. Sebagai penyegar suasana setelah seharian beraktivitas, hari kedua pun diakhiri dengan keceriaan bermain permainan tradisional bersama kontingen lainnya.
Aspek spiritualitas yang menjadi pilar utama di SMPK St. Vincentius Surabaya tetap terjaga dengan sangat erat di tengah padatnya aktivitas perkemahan. Pada tanggal 30 Juni 2026, kegiatan pagi hari diawali dengan prosesi jalan salib yang diikuti oleh para peserta dengan penuh kekhusyukan. Keheningan doa tersebut kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ibadah bersama yang bertempat di Kapel Kebangkitan Gua Maria yang begitu damai. Melalui momen refleksi ini, Arif dan Amel diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah keindahan alam ciptaan-Nya. Setelah rohani mereka disegarkan, malam harinya suasana kembali meriah dengan panggung pentas budaya yang menampilkan kekayaan warisan leluhur bangsa. Memasuki tanggal 1 Juli 2026, hari baru dimulai dengan pelaksanaan misa harian bersama seluruh peserta yang beragama Katolik. Selepas misa, rombongan jambore langsung bergerak melakukan kunjungan edukasi yang sangat menarik ke kampus Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kunjungan ke Unpad ini menjadi salah satu momen yang paling berkesan karena sarat akan ilmu pengetahuan modern dan wawasan lingkungan hidup. Di kampus ternama tersebut, peserta jambore diajari teknik hidroponik modern yang sangat aplikatif, yakni teknik DnD serta sistem smart watering. Arif dan Amel tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga diajari secara langsung cara menanam dan merawat tanaman tersebut dengan benar. Sebagai buah tangan atas kreativitas mereka, setelah pelatihan selesai mereka diberikan sayur pakcoy dan kangkung segar hasil panen. Tidak kalah seru, mereka juga diberikan kesempatan unik untuk mencoba kesegaran jus pakcoy yang kaya akan nutrisi. Selesai dari Unpad, mereka segera kembali ke bumi perkemahan (bumper) untuk melakukan anjangsana atau kunjungan persaudaraan ke tiap camp kontingen lain. Hari yang produktif ini pun kembali diakhiri dengan penampilan pentas budaya yang meriah dari masing-masing daerah.
Catatan Akhir Perjalanan: Petualangan berlanjut pada tanggal 2 Juli 2026 dalam program "Nguriling Bandung" yang diawali dengan misa khidmat di Gereja Katedral Santo Petrus. Mereka kemudian mengunjungi Sekolah Santo Aloysius Batununggal untuk belajar membuat nanoenzim sebagai bagian dari gerakan peduli lingkungan hidup, dilanjutkan melihat pameran edukasi TK, SD, dan SMP. Perjalanan hari itu ditutup dengan mengunjungi Kampung Adat Cireundeu, di mana mereka diajari mengolah pangan lokal bernama RaSi atau Beras Singkong. Seluruh rangkaian jambore akhirnya resmi ditutup pada tanggal 3 Juli 2026 melalui misa penutupan, upacara penutupan, dan sesi foto bersama.
Keberhasilan Arif dan Diana dalam menyerap ilmu kepemimpinan, kemandirian, serta wawasan lingkungan di tingkat nasional menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di SMPK St. Vincentius Surabaya. Kami selalu berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi setiap bakat serta potensi emas yang dimiliki oleh seluruh peserta didik kami. Bagi para orang tua yang merindukan putra-putrinya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter luhur, beriman mendalam, dan siap bersaing di kancah nasional, sekolah kami adalah rumah pertumbuhan yang paling tepat. Kami menyediakan lingkungan belajar yang aman, suportif, serta penuh dengan inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman modern saat ini. Mari bergabung bersama keluarga besar kami dan persiapkan masa depan emas. Kami tunggu kehadiran generasi juara berikutnya untuk mengukir cerita prestasi hebat selanjutnya di SMPK St Vincentius tercinta!
SMPK St Vincentius! Berprestasi bersama kami….Mboiss rek!