Peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2022 di SMPK St Vincentius sangat berkesan bagi siswa-siswi, guru dan karyawan. Selama 2 tahun lebih para siswa merayakan hanya lewat zoom atau aplikasi yang lain, kini acara Sumpah Pemuda secara nyata, diawali upacara bendera. Uniknya petugas upacara mengenakan pakaian adat khas daerah pilihan kelas. Dilanjutkan pelantikan pengurus OSIS. Ketua OSIS terpilih adalah Jasmine kelas 8C dan Leon King Heng kelas 7B sebagai wakilnya.
Acara berlanjut dengan pembagian hadiah pemenang lomba bulan Bahasa. Pada kesempatan ini banyak siswa yang mendapatkan hadiah karena tiap kelas dipilih enam tulisan essai tentang tema Budaya Jawa, Bali dan Sumatera. Enam karya geguritan terbaik bertema tentang Pemuda, suatu tantangan karena mereka harus menulis karya orisinil berbahasa Jawa, dan enam poster lingkungan terbaik tiap kelas. Tentunya anak-anak senang maju ke lapangan untuk mendapat banyak hadiah.
Lomba Peringatan Sumpah Pemuda diwarnai dengan karya unik dan menarik tiap kelas menampilkan budaya dari suku sesuai undian yang di dapat. Kelas 7A Suku Madura menariknya di kelas ini yaitu kita belajar Bahasa Madura, menikmati sate Madura, jajanan Madura dan foto di area yang sudah disiapkan, Kelas 7B suku Minangkabau. Kelas ini menyajikan masakan khas Padang, lagu dan budaya Padang. Kelas 7C suku Dayak, di kelas ini Reyno menjelaskan budaya Dayak dengan lengkap dan bersemangat. Kelas 8A suku Ambon, selain menyajikan makanan khas juga menyajikan literasi yang menarik dan area foto yang kekinian. Kelas 8B suku Jawa, memasuki kelas ini kita akan menikmati budaya Jawa yang kental dan menikmati rujak manis khas Jawa. Di kelas 8C suku Batak, Budaya Batak disajikan dengan menarik, “Horas majua-jua” diucapkan ketika pengunjung masuk. Di kelas 8D mendapatkan suku Betawi, masuk kelas ini kita langsung disambut oleh ondel-ondel dan kesenian Betawi. Di kelas 9A suku Bali, aroma teraphi di ruang ini sangat harum khas Bali. Di kelas 9B suku Aceh kita dapat menikmati minuman segar khas Aceh dan kita diajak belajar menari Saman. Di kelas 9C suku Papua, masuk ke ruang ini kita akan disambut dengan teriakan khas Papua dan disajikan beberapa makanan asli Papua. Di kelas 9D mendapat suku Sunda, ruang tertata rapi digunakan selain untuk penyajian makanan juga ada area kita belajar menari tarian khas Sunda, dan wonderful. Siswa yang bertugas menjaga kelas dilaksanakan secara bergantian, sedangkan siswa yang lain berkeliling untuk melihat, mengamati, belajar tentang budaya kelas lain sambil menikmati makanan khas daerah tiap kelas.
Sungguh menyenangkan, terlebih dengan pengumuman pemenangnya adalah kelas 7A, 8C, dan 9D. Namun demikian tiap kelas mendapatkan hadiah hiburan, untuk kerja keras mereka mempersiapkan hasil yang terbaik. Kegiatan ini menyenangkan bagi siswa dan guru, menariknya ketika mencoba makanan khas suku-suku di Indonesia, banyak pendapat menyatakan bahwa makanan tiap daerah ternyata hampir sama, yang membedakan adalah penyebutannya saja. Contohnya Lemper di Jawa, Gogos di Ambon. Koci-koci di Jawa, Lampet di Batak, Urap-urap di Jawa, Kohu-kohu di Ambon, dan masih banyak lagi. Kegiatan ini menumbuhkan jiwa cinta pada bangsa dan Negara Indonesia. Keanekaragaman menjadikan Indonesia kaya dan besar. Semoga putra-putri Vincentius menjadi putra-putri Indonesia sejati.