Gali Potensi Ilmu Hayati: Riset Daun Tanaman Tomat dan Biji Kacang Hijau Bawa Siswa-Siswi SMPK St Vincentius Raih Penghargaan Tertinggi
Juara 1 Presentasi Lomba Peneliti Pelajar Surabaya Bidang Ilmu Hayati
Juara 1 Poster Penelitian Lomba Peneliti Pelajar Surabaya Bidang Ilmu Hayati
Keren kan prestasinya? Peneliti cilik nih dari SMPK St Vincentius!
Bulan Mei 2026 menjadi bulan bahagia bagi empat siswa-siswi SMPK St Vincentius Surabaya karena 2 tim peneliti perwakilan sekolah berhasil membawa pulang piala kejuaraan lomba penelitian bergengsi se Kota Surabaya untuk tingkat pelajar SMP/MTS. Tim pertama beranggotakan Jessica Cristy Pranata dan Jorell Bayanaka Adiaputra berhasil menggeser sekolah negeri dan swasta Kota Surabaya serta menduduki juara 1 bidang ilmu hayati, sedangkan tim kedua beranggotakan Jonathan Adi Gunawan dan Deswinta Dyah Arimbi Sukmarani sama-sama menyabet juara 1 untuk poster penelitian di bidang ilmu hayati. Lomba Peneliti Pelajar Surabaya (LPPS) merupakan wadah bagi ekstrakulikuler KIR/PIR untuk mengasah keterampilan siswa-siswi SMPK St Vincentius dalam menerapkan pembelajaran mapel IPA materi data penelitian, penyusunan laporan, dan pelaporan data. Melalui lomba tersebut siswa ditantang untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan ilmu hayati disekitar siswa.
Berawal dari latar belakang tanaman tomat yang mudah mati akibat dampak limbah rumah tangga yang berlebih membuat Cristy dan Jorell berniat mengobservasi permasalahan yang sedang mereka hadapi serta membuat percobaan yang berhubungan dengan anatomi sel pada tanaman tomat. Sel tanaman tomat diamati menggunakan mikroskop dengan perlakuan yang telah direncanakan sebelumnya. Lain halnya dengan Jonathan dan Deswinta yang menangani masalah pertumbuhan benih kacang hijau dan masalah penyimpanan yang buruk dengan penggunaan teknik pelapisan dengan ekstrak libah organik yang didapatkan disekitar. Kedua tim bersama dengan guru pembimbing melakukan observasi Bersama dan melakukan eksperimen untuk membuktikan apakah ada kaitan satau sama lain pada variabel penelitian. Kedua tim melakukan penelitian selama 3 bulan didahuli dengan observasi masalah yang ada dilingkungan dekat dengan mereka, selanjutnya melakukan studi literatur dan merencanakan eksperimen dengan matang. Sewaktu berjalannya penelitian banyak sekali tantangan yang mereka hadapi mulai dari kegagalan eksperimen, keterbatasan alat lab, hingga sulitnya mengekstrak senyawa tanaman menjadi pengalaman yang berharga bagi mereka. Sikap jujur dan bertanggungjawab dalam melakukan penelitian dan penulisan artikel ilmiah mereka pegang dengan teguh.
Fase lomba diawali dengan seleksi berkas dilanjutkan dengan pengumuman semifinalis dan puncaknya adalah presentasi penelitian sewaktu final. Hasil penelitian mereka berupa artikel ilmiah dan poster ilmiah. Kemampuan menyelesaikan masalah serta analisis masalah menjadi daya tarik tersendiri bagi juri untuk menguji pemahaman tim akan penelitian mereka. Kedua tim berhasil melewati seluruh fase perlombaan dan mengantarkan merekamenjadi juara. Hal-hal yang harus ditekankan pada penelitian adalah sikap seorang peneliti terhadap lingkungannya dan sampel uji yang ia gunakan. Presentasi final adalah ketakutan tersendiri yang merundung anak-anak sehingga terkesan menakutkan, namun yang perlu ditekankan adalah ketenangan diri dalam berpikir menganalisis dan menjawab pertanyaan juri.
Melalui prestasi mereka mengajarkan kepada kita bahwasannya kejujuran harus dilaksanakan dalam melakukan penelitian, rasa percaya diri dan ketekunan harus dibangun agar siswa mampu menguasai panggung dengan baik. Keberhasilan meraih trofi Juara 1 ini tidak datang secara instan. Proses panjang mulai dari perumusan ide, eksperimen di laboratorium, hingga analisis data statistik dilakukan dengan penuh komitmen dan bimbingan intensif dari para guru mentor.
"Kami sangat bangga atas pencapaian luar biasa ini. Kompetisi ini sangat ketat, namun inovasi, ketelitian, dan penguasaan materi saat presentasi di depan juri terbukti mampu membawa kita menjadi yang terbaik di bidang Ilmu Hayati," ujar salah satu siswa.
Prestasi tingkat kota ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pajangan di lemari piala sekolah, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi dan berani mengeksplorasi dunia sains. Selamat kepada para pemenang! Semoga riset ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.
SMPK St Vincentius! Berprestasi Bersama Kami