Hallo sobat Arvint! Arvint balik lagi untuk berikan info menarik soal kelanjutan P5 di sekolah SMPK St Vincentius loh. Kali ini P5 masuk tema 2 yakni Gaya Hidup Berkelanjutan, Teknologi, hingga Rekayasa Teknologi untuk Membangun NKRI. Simak yuk!
Pekan P5 Tema 2 telah dilewati oleh siswa-siswi sekolah dan dalam pekan ini terdapat pembelajaran baru yang didapatkan oleh tiap siswa. Gaya hidup berkelanjutan dipelajari oleh kelas 7 dengan judul kegiatan “Jejak Karbonku di Lingkunganku”. Tema gaya hidup berkelanjutan bertujuan untuk membantu siswa memahami dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan sekitarnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan menerapkan tema ini, peserta didik diharapkan memiliki karakter berperilaku ramah lingkungan. Kelas 7 diajarkan mengenai emisi karbon yang dihasilkan oleh makhluk hidup termasuk kita sebagai manusia yang dalam kesehariannya menimbulkan jejak karbon di lingkungan. Materi diberikan di awal, di mana siswa kelas 7 diajak berpikir kritis apa saja penyebab emisi karbon, dampak emisi karbon, hingga upaya penanganannya. Materi yang diberikan guru kemudian diperkuat dengan materi seminar yang diberikan oleh pembicara dari Sea Soldier. Siswa diajari menghitung emisi karbon yang mereka hasilkan dari kegiatan sehari-hari. Siswa diberikan misi untuk eksplorasi mandiri di rumah dan mencatat jejak karbon yang ia temui. Selanjutnya tiap kelompok diberikan misi eksplorasi di lingkungan sekolah SMPK St Vincentius, SMKK St Louis, SMAK St Louis, dan trotoar depan Panti Don Bosco guna mencatat apa saja yang menghasilkan jejak karbon di lingkungan tersebut. Siswa kelas 7 pula diajak untuk aksi nyata mengurangi jejak karbon dengan cara melakukan reboisasi di sekolah dan kampanye jejak karbon. Kampanye jejak karbon dilakukan pada saat pameran karya di sekolah dengan mengajak seluruh warga sekolah untuk mengurangi jejak karbon.
Tema teknologi diberikan pada kelas 8 dengan judul “Konten Media Sosial yang Berfaedah”. Tema ini mengajak siswa kelas 8 untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Media sosial bisa menjadi lawan maupun kawan jika penggunanya bijak dalam memakainya. Hal tersebutlah yang ditanamkan kepada kelas 8 agar mereka tidak hanya bermain dengan berselancar di media sosial, tetapi juga bisa menciptakan konten yang bermanfaat bagi orang lain.
Tema rekayasa teknologi diajarkan pada kelas 9, tema ini mengambil judul kegiatan “Stop Nomophobia”. Nomophobia merupakan kecemasan dan ketakutan yang dialami oleh seseorang karena tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain melalui handphone, kehilangan jaringan atau konektivitas, tidak dapat mengakses informasi dan terlalu menikmati kenyamanan yang disuguhkan oleh handphone. Melalui tema 2 ini kelas 9 diajarkan untuk mengerti apa itu nomophobia, dampaknya, ciri-ciri orang yang terdampak, hingga cara mengatasi nomophobia. Salah satu kegiatan untuk mengurangi pemakaian gadget ialah dengan melakukan kegiatan positif lainnya, siswa kelas 9 mengajak stop penggunaan gadget berlebih dengan cara unik yakni membuat video berkaitan dengan stop nomophobia. Di penghujung pekan siswa kelas 9 menonton bersama film yang mereka buat secara berkelompok. Cukup sekian yang bisa Arvint berikan, Sobat. Kita lanjut mengembara waktu menunggu pekan P5 tema 3 rampung. Sampai jumpa di P5 Tema 3 sobat Arvint, bye bye!